Sunday, May 17, 2009

Kegiatan Pertanian

Kegiatan pertanian yang meliputi budaya bercocok tanam dan memelihara ternak merupakan kebudayaan manusia paling tua. Tetapi dibandingkan dengan sejarah keberadaan manusia, kegiatan bertani ini termasuk masih baru. Sebelumnya, manusia hanya berburu haiwan dan mengumpulkan bahan makanan untuk dikonsumsi.

Sejalan dengan peningkatan peradaban manusia, pertanianpun berkembang menjadi berbagai sistem. Mulai dari sistem yang paling sederhana sampai sistem yang canggih dan intensif modal. Berbagai teknologi pertanian dikembangkan guna mencapai produktiviti yang diinginkan.

Di lain fihak, ilmu pertanianpun berkembang. Ilmu pertanian kemudian tumbuh bercabang-cabang, terspesialisasi, seperti misalnya agaronomi, ilmu tanah, sosial ekonomi, perlindungan tanaman, dan sebagainya.

Kemajuan ilmu dan teknologi, peningkatan keperluan hidup manusia, memaksa manusia untuk meningkatkan produktiviti menguras tanah, sementara itu daya dukung persekitaran mempunyai ambang batas toleransi. Sehingga, peningkatan produktiviti akan mengakibatkan kerusakan persekitaran, yang pada ujungnya akan merugikan manusia juga. Berangkat dari kesadaran itu maka muncullah tuntutan adanya sistem pertanian bersepadu.

Definisi komprehensif bagi pertanian bersepadu meliputi komponen-komponen fisik, biologi dan sosioekonomi, yang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan pengurangan input bahan-bahan kimia dibandingkan pada sistem pertanian tradisional, erosi tanah dikawal, dan pengawalan rumpai, memiliki efisiensi kegiatan pertanian (on-farm) dan bahan-bahan input maksimum, pemeliharaan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman, dan penggunaan dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian

Salah satu pendekatan pertanian bersepadu adalah penggunaan input pertanian minima (low input), perkara ini diasaskan kepada pemahaman, bahawa sistem pertanian mempunyai kapasiti dalaman (internal capacity) yang besar untuk melakukan peremajaan (regeneracy) dengan menggunakan sumberdaya-sumberdaya dalaman.

Penyelidikan mengenai: peningkatan produktiviti pertanian, kekuatan tanah untuk mengeluarkan produktiviti, cara-cara mengurangkan hakisan tanah, kehilangan air dan nutrisi dan, melakukan konservasi alam dan energi.Penumpuhan mencari sumberdaya yang efisien, kos rendah, dan sistem-sistem keluaran yang lebih menguntungkan.

Siapapun yang bergiat dalam bidang pertanian, seharusnya berusaha menjaga dan mengwujudkan semangat kepedulian yang luas pada masyarakat dalam usaha membiarkan alam yang bersih dan nyaman.

Sejak sedekad yang lalu, telah terjadi paradigma yang membawa masyarakat pertanian dari keadaan yang memerlukan produktiviti lebih tinggi menuju suatu keadaan masyarakat yang mengutamakan sistem pertanian bersepadu.


Semangat ini sangat diperlukan, disebabkan telah terjadi kesilapan besar dimana keinginan untuk mencapai produktiviti tinggi dalam kegiatan pertanian konvensional telah membawa kepada biaya kerosakan yang cukup siginifikan pada alam semulajadi dan berakibat kepada gangguan sosial.

Dalam usaha mengalihkan kesan-kesan negatif pertanian konvensional, beberapa bentuk sistem pertanian bersepadu yang belainan telah dicadangkan sebagai alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan sistem produksi pertanian yang dapat menguntungkan secara ekonomi dan aman secara alam semulajadi.

Pengkhususan dalam sistem pertanian alternatif ini selalu diiringi dengan suatu keinginan mengobati kesehatan dan kerosakan alam semulajadi ke arah keseimbangan alam semulajadi.

Tetapi patokan atau kriteria yang paling utama bagi kebanyakan petani dalam usaha mengubah cara-cara bertani adalah keinginan mendapat hasil yang secukup-cukupnya secara ekonomi. Penerimaan terhadap cara-cara pertanian alternatif yang lebih luas ini memerlukan bahawa kaedah tersebut paling tidak memberi kualiti yang sama dalam bentuk keuntungan dibanding kaedah konvesional atau paling tidak memberi kelebihan bukan kewangan yang signifikan, seperti menjaga penurunan kualiti sumber air dan tanah secara cepat.

Penguatkuasaan perubahan kegiatan pertanian konvensional ke arah pertanian bersepadu,pasti akan mengubah struktur sosial dan ekonomi. Pada saat penggunaan input yang menurun, terdapat hubungan yang menurun pula pada hubungan kerja terhadap mereka yang selama ini terlibat dan mendapat manafaat dari pertanian konvesional.

Hasilnya adalah terdapat banyak kemnugkinan yang dapat ditemukan, yakni meningkatnya kualiti hidup, dan akan terjadi peningkatan kegiatan pertanian mereka.

Untuk menerapkan input minima pertanian bersepadu akan berakibat pengurangan atau penurunan fungsi-fungsi luaran atau akibat-akibat negatif dari perangkap sosial pada masyarakat. Petani selalu terperangkap dalam jerat sosial tersebut disebabkan oleh insentiif-insentif yang mereka terima dari kegiatan produksi saat ini.

(Jawabnya: Mental Subsidi yang disuapkan oleh kerajaan kepada masyarakat yang dianggap kurang bernasib baik dan perlu dibela).

No comments:

Blog Archive